GOTONG ROYONG YANG MULAI MENGHILANG

PAMONGAN – SENIN (22/02/2021). Bangsa Indonesia tekenal sebagai bangsa yang memiliki budaya adiluhung. Budaya di masyarakat yang sangat layak dibanggakan adalah budaya gotong royong, masyarakat Indonesia dikenal dengan kebiasaan bergotong royong. Para leluhur pendahulu sudah mewariskan semangat kegotongroyongan, semangat yang menjadi warisan sangat berharga bagi generasi penerus bangsa, sebagai salah satu sarana pemersatu bangsa.

Kegiatan yang berlokasi di Rt 01 Rw 1 Desa Pamongan Kecamatan Guntur Kabupaten Demak ini tentunya masih menyisakan budaya gotong royong tersebut, dengan memperkeras jalan kampung dengan padas yang dana nya dari seorang juragan kambing yang peduli akan jalan kampong yang masih memprihatinkan. Dengan adanya warga yang peduli tersebut semoga memacu warga pamongan untuk lebih peduli akan lingkungannya, tentunya juga berharapkan perhatian dari Pemerintah Desa.

Tapi, sepertinya saat ini semangat gotong royong mulai hilang, luntur bersama perkembangan jaman. Memang tidak sepenuhnya hilang, namun secara perlahan kebiasaan gotong royong mulai surut. Meski dibeberapa daerah masih bisa dijumpai masyarakat bergotong royong, tapi semangatnya (mungkin) tidak seperti dahulu. Tidak sedikit orang yang mulai mementingkan diri sendiri, orang mulai sibuk dengan kepentingan mereka masing-masing, banyak yang mulai kehilangan semangat bergotong royong.

Salah satu faktor yang melunturkan semangat gotong royong barangkali dikarenakan banyaknya bantuan yang diberikan membuat orang mulai hilang semangat, ketergantungan pada bantuan sering terlihat. Sudut pandang orang terhadap bantuan terkadang yang menyurutkan semangat kegotongroyongan tersebut.

Dulu, sebelum begitu banyak bantuan langsung ke masyarakat, orang rela berswadaya, bergotong royong memperbaiki lingkungan mereka. Tapi, setelah adanya bantuan, kadang orang berfikir tak perlu lagi gotong royong karena tenaga kerja sudah dibayar menggunakan uang bantuan.

Bukan itu saja, era globalisasi membuat budaya-budaya asing turut masuk dan mempengaruhi sebagian masyarakat. Perkembangan jaman telah membentuk karakter-karakter baru, sudut pandang orang juga sudah mulai berubah.

Ya, apapun alasannya sekarang ini semangat kegotongroyongan memang terlihat sudah mulai luntur. Meskipun banyak cara yang ditempuh untuk membangkitkan kembali semangat ini, nyatanya begitu berat rintangan yang harus dihadapi.

Semoga saja masih ada masyarakat yang peduli dan terus melestarikan budaya gotong royong, karena warisan leluhur inilah salah satu yang bisa menjadi pemersatu bangsa. Harapannya akan muncul terobosan baru untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong ini, seperti dibeberapa daerah yang mencanangkan gotong royong setiap hari minggu. Sangat disayangkan apabila nantinya budaya gotong royong ini benar-benar hilang di masyarakat Indonesia.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan