IBU-IBU DUKUH BOMO, RUTIN KERJA BAKTI

PAMONGAN – Waktu lagi menunjukkan pukul 14.00. Namun, ibu-ibu Dukuh Bomo Desa Pamongan, Minggu (26/05/2019) sudah terlihat ramai berdatangan di jalan tuang Bomo – Surodadi. Dengan membawa peralatan sabit bersemangat untuk kerja bakti, membersihkan rumput dipinggir jalan.

Hal ini merupakan perwujudan dari 10 Program Pokok PKK, karena seluruh program pokok PKK itu jiwanya, rohnya adalah gotong royong. Program-program itu bisa terlaksana, terutama karena kegotong royongan kita, kegotong royongan ibu-ibu PKK, juga dukungan berbagai pihak.

Marilah gotong royong yang belakangan ini mulai memudar agar dihidupkan lagi. Gotong royong bisa menjiwai kita semua. Misalnya, di lingkungan posyandu, di mana kader posyandu mau bergotong royong tanpa berharap upah kalaupun itu ada itu hanya sekedarnya saja, tapi tiap bulan bersedia mengadakan kegiatan penimbangan bayi dan balita.

Gotong royong tak sebatas kerja bakti. Di lingkup yang lebih besar, contohnya membayar pajak adalah bentuk gotong royong dalam berkontribusi membiayai pembangunan. Selain itu, mau membeli produk dalam negeri.

 

Gotong royong ini, sebenarnya nilai budaya, khususnya budaya Jawa yang sudah lama. Walaupun saat ini perwujudannya berbeda, tetap harus terus dikumandangkan. Sebab, ada nilai persatuan, kebersamaan, tolong menolong dan rela berkorban di dalamnya. Semoga virus gotong royong yang dicontohkan oeh ibu-ibu dukuh Bomo Desa Pamongan ini bisa menular di dukuh lain sehingga budaya ini bisa menjadikan wajah desa Pamongan akan menjadi lebih cantik. (Dok. PIC Perpusdes Cahaya Ilmu).